MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELOR

Resume ke                 : 5

Gelombang                : 21

Hari/ Tanggal             : Rabu, 13 Oktober 2021

Narasumber               : Dra. lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H

Moderator                  : Dail Ma'ruf



  












Pe  Pertemuan kali ini dibuka oleh moderator Dail Ma'ruf dengan menyapa para peserta, dan dimulai awal kegiatan dengan berdoa.
Narasumber yang akan  berbagi ilmu kali ini adalah Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H. Ibu Lilis lahir di Surabaya 11 Maret 1969. Beliau memiliki hobi menulis, traveling dan berenang, pendidikan terakhir yang ditempuh yaitu program sarjana S1, FKIPS jurusan PMP/Kn IKIP PGRI Surabaya dan program Sarjana S1 Fakultas Hukum, Jurusan iIlmu Hukum,Universitas Wijaya Putra Surabaya.
Ibu yang semasa kecil biasa disapa dengan nama mbak Pipin ini berprofesi sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, sedangkan mata pelajaran yang diampu adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) . Selain sebagai tenaga pengajar di SMP ibu Lilis juga sebagai instruktur Provinsi NTT pada Mata Pelajaran PPKn jenjang SMP Kurikulum 2013, juga sebagai narasumber literasi daerah perbatasan, dan sebagai narasumber literasi tingkat nasional bersama PGRI pusat dalam kelas belajar menulis. Berbagai macam prestasi yang diraih oleh ibu guru yang cantik ini sehingga banyak hasil karya yang telah sudah di hasilka
Materi kali ini yang akan dipaparkan oleh ibu lilis adalah menulis semudah  ceplok telor. Karena semudah ceplok telor sehingga ibu yang biasa disapa dengan sebutan bunda Lilis ini mampu melahirkan karya-karya hebat.
Menulis semudah ceplok telor merupakan Quote dari bunda Lilis untuk memberikan motivasi menulis kepada siapa saja yang memiliki cita-cita untuk menjadi penulis hebat dunia, bahwa menulis itu tidak sulit , menulis itu itu sangat mudah semudah membuat ceplok telor begitu pendapat bunda lilis. Kutipan sebagai motivasi berikutnya adalah “ kalau kamu bukan anak raja atau bukan anak ulama besar maka menulislah”
Imam Asy-sya’bi pernah berkata “ apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun ditembok. Ini salah satu contoh landasan mengapa kita  harus menulis menurut Al-Quran dan Hadist Nabi.
 Pada sebuah buku yang sangat menginspirasi yaitu “Kisah Sebatang Pensil” mempunyai makna  dalam  hal bagaimana ketika kita menulis :
1.       PENSIL DIGERAKAN OLEH TANGAN MANUSIA
Membiasakan diri dengan berdoa ketika hendak mulai menulis merupakan  kebiasaan yang baik sebab ada tangan Tuhan yang membimbing untuk menulis, dari tulisan yang diawali dengan berdoa akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat karena  berasal dari hati yang bersih dan dan dapat diterima oleh pembaca.
 
2.       KETIKA PENSIL TUMPUL KITA PERLU MERUNCINGKANNYA
Ketika kita sedang menulis kita akan berjumpa dengan kesulitan menulis dan kehilangan ide dalam melanjutkan menulis, seolah –olah otak kita menjadi tumpul, untuk meruncingkannya tutup laptop pejamkan mata istirahatkan pikiran, kemudian baca buku untuk mendapatkan inspirasi dan ide yang baru.
3.       PENGHAPUS, ADA PENGHAPUS UNTUK MENGHAPUS TULISAN KITA KETIKA KITA SALAH TULIS
Untuk mendapatkan hasil tulisan yang bagus kita bisa melakukan dengan cara menghapus tapi bukan berarti meng hapus semua hasil tulisan, tapi dengan cara setelah esok hari kita buka kembali tulisan kita selanjutnya kita bisa merevisinya dengan menghapus kata-kata yang kurang cocok.
4.       PENSIL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENULIS BAGIAN DALAMNYA
Seperti pensil yang digunakan kita untuk menulis yaitu bagian dalamnya maka kitapun apabila menulis dengan hati, maka akan melahirkan tulisan yang luar biasa, dan pembacapun akan membacanya dengan sepenuh hati.
5.       SETIAP TULISAN KITA AKAN BERDAMPAK
Belajar dari pensil menggores dengan meninggalkan jejak yang positif dan menginspirasi banyak orang.
 
Selain kita belajar pada pensil selalu meninggalkan goresan bagi penulis dan pembacanya, sebagai penulis agar membiasakan menulis setiap hari karena dengan menulis setiap hari kita akan merasakan keajaibannya. Dimulai dengan menulis  hal-hal  yang kita ketahui, kita lihat dan kita rasakan, menceritakan pengalaman setiap hari. Dan apabila sudah jadi penulis harus konsisten  dalam menulis.
Demikian resume dalma pertemuan kali ini diakhiri dengan kata miotivasi “ Melukis dengan gagasan, menggores dengan tulisan maka akan lahir sebuah cerita”


Komentar

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh.... Tetap semangat yaa buat nulis. Semoga kita lulus di gel 21 ini

    BalasHapus
  2. Waalaikumsalam.. Aamiin semoga kita semua lulus

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN